Agen Sbobet Bandar info Bukan Tentang Derby Manchester

Agen Judi Bola Terpercaya, Bandar Judi Online, Sbobet, Ibcbet.

Agen bola judi bola bandar bola

Kebanyakan pendukung kesebelasan sepakbola akan melakukan hal sama saat mereka mengakses jadwal pertandingan di musim yang baru: mencari tahu kapan kesebelasan kesayangan bertanding melawan rival di kandang, dan kapan mereka harus mengunjungi tempat terlarang (baca: kandang lawan) untuk memberi dukungan. Sewajarnya mereka berlaku demikian karena rival bukanlah kesebelasan biasa.

Rival bukanlah lawan yang hanya memiliki arti sepanjang berjalannya pertandingan dan tidak penting sama sekali setelah itu. Kita setiap harinya menjalani kehidupan mereka, suka tidak suka, sembari menaruh peduli terhadap apa yang dilakukan rival. Rival, meminjam istilah Sir Alex Ferguson, adalah tetangga berisik. “Sometimes you have a noisy neighbor and have to live with it. You can’t do anything about them.”

Dengan sendirinya, sebuah kesebelasan (dan para pendukung setia mereka) mengetahui dan memperhatikan nyaris segala hal yang berhubungan dengan sang rival. Terlebih lagi jika hal-hal tersebut juga memiliki hubungan dengan mereka. Tujuannya tentu agar mereka tidak kalah dari sang rival dan, jika ada hal kurang menyenangkan terjadi kepada rival, menemukan alasan untuk tertawa di atas derita.

Derita Manchester United adalah bahagia Manchester City. Begitu pula sebaliknya.

Milan, 2 Mei 2007. Manchester United datang ke San Siro membawa bekal kemenangan 3-2 dari pertandingan pertama semifinal Champions League musim 2006/07. AC Milan yang, untuk mencapai partai final, hanya membutuhkan kemenangan satu gol tanpa balas menyarangkan tiga gol di gawang Edwin van der Sar.

Tiga hari setelah gagal meraih tiket ke Athena (United bisa bertemu dengan musuh bebuyutan mereka yang lain, Liverpool, jika saja mereka berhasil mencapai final), United berkunjung ke City of Manchester Stadium. Merasa menemukan bahagia di atas derita United, beberapa pendukung City menghadiri pertandingan derby mengenakan seragam Milan. Mereka nampak tak peduli terhadap fakta bahwa United bisa mencapai semifinal Champions League sementara City tidak berlaga di Eropa karena hanya mampu mengakhiri musim 2005/06 di peringkat ke-15; empat puluh poin di belakang United yang duduk di peringkat kedua.

Sejarah perselisihan panjang kedua kesebelasan menyimpan lebih banyak cerita bahagia di atas derita; yang tidak harus selalu berasal dari momen-momen yang secara langsung mempertemukan United dan City.

Cerita dari 1937, 1938, 1968, dan 2012

Bersama manager Wilf Wild, Manchester City berhasil menjadi juara liga untuk kali pertama. Lima puluh tujuh angka yang mereka kumpulkan dari empat puluh dua pertandingan membawa City menduduki peringkat teratas, tiga angka di atas Charlton Athletic di ajang First Division musim 1936/37.

Manchester United, sementara itu, mengalami nasib yang sama sekali berbeda. First Division berisi dua puluh dua kesebelasan, dan penghuni dua peringkat terbawah di akhir musim harus rela turun divisi. United menjadi satu dari dua kesebelasan tersebut karena hanya mampu mengumpulkan tiga puluh dua angka; dua angka di atas Sheffield Wednesday.

(roz/roz)

By admin bola 368, judi online 2015, togel

By Pastibet.Com Agen Judi Online Bonafit


© Copyright Sbobet Casino | Agen SBOBET | Agen Bola | Agen Judi Casino | Agen Judi Bola