Agen Bola : Sedekah Sepakbola

Amal Ganesha W. – detikSport

Dalam sebuah ceramahnya ustad Yusuf Mansyur pernah mengangkat sebuah ayat Al Quran yang berbunyi, “Belum sampai kepada kebaikan yang sempurna sebelum kamu menyedekahkan harta yang paling dicintai.” (Al Imran: 92).

Di negara maju, semisal United Kingdom (UK), corporate philanthropy atau yang sering juga disebut tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) sangat gencar diimplementasikan di pelbagai sektor. Tanya kenapa? Nah, salah satu industri yang juga “dirasuki” pemahaman spiritual paling dahsyat itu –kata Yusuf Mansur– adalah industri sepakbola.

Dalam sejarah hidup FC Barcelona, mereka pertama kali mendapat sponsor komersial pada tahun 2011. Sebuah organisasi nonprofit bernama Qatar Foundation menyuplai dana kepada El Barca sebesar 150 juta euro selama 5 tahun. Itulah pertama kalinya klub ini mendapat kucuran dana melalui mutualisme logo di dada jersey mereka.

Sebenarnya, pertama kali ada “iklan” di bagian dada kaus Barca adalah musim 2007/2008, ketika logo UNICEF terpampang di kostum Azulgrana sampai 2011. Hanya saja, sponsorship tersebut tidak bersifat komersil. Bukanlah UNICEF yang menyetor fee kepada barca, melainkan sebaliknya. Tim asal Catalan itu justru setuju mengeluarkan dana 1,5 juta euro per tahun kepada lembaga kemanusiaan untuk anak-anak itu – sebagai “sedekah”.

Di Inggris, hampir semua klub sepakbola top sudah mengimplementasikan CSR kepada masyarakat. Salah satunya Everton, yang gencar melakukan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar. Bentuknya beragam, ada yang memberi pelatihan sepakbola gratis kepada masyarakat, ada yang menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Afrika, dan ada juga melakukan bantuan sosial dalam bidang pendidikan.

Pada tahun 2005, jumlah pengeluaran untuk kemanusiaan dari klub-klub Liga Premier menurut Deloitte adalah mencapai lebih dari Rp 1,56 triliun! Betapa mulianya.

Ketika ditanya mengapa mereka melakukan itu, padahal ‘kan ini cuma sepakbola. Salah satu eksekutif lembaga amal klub sepakbola di Inggris menjawab: “it’s not always about delivering soccer programmes, it’s about creating opportunities through football”. (“Ini bukan melulu terkait program sepakbola. Ini tentang menciptakan banyak kesempatan melalui sepakbola.”)

Lalu yang lainnya ada yang menjawab seperti ini: “The answer to the question, ‘Why do (the football club) do this?’ Is that we would be foolish if we didn’t?”. Jadi mereka ternyata benar-benar bersedekah, ya! Betapa mulianya.

Kita tentu sering juga mendengar, tidak hanya klub yang melakukan sedekah, tapi juga beberapa pemain top. Mungkin Anda akan berkata seperti ini, “Ya terang saja, mereka kaya raya”. Tapi, bukan masalah skala finansial, nyatanya ini lebih kepada panggilan batin di dalam hati, atau mungkin bahasa kerennya: ‘kecerdasan spiritual’.

Seorang Mickey Evans, pemain antah-berantah klub Plymouth Argyle diceritakan Independent menyalurkan 3/4 pendapatan dari laga perpisahannya untuk sebuah lembaga amal. Jody Craddock –saya juga baru tahu namanya– juga sempat mendonasikan dana dalam jumlah besar untuk sebuah rumah sakit.

(roz/a2s)

BY.JUDI ONINE TERPERCAYA IONCASINO


© Copyright Sbobet Casino | Agen SBOBET | Agen Bola | Agen Judi Casino | Agen Judi Bola