Agen Bola : Ketika Conte Membangun Kerajaan Juventus

“The King is dead, long live for The King!”

Itu yang dikatakan Luciano Moggi, mantan direktur tim Juventus, saat dimintai pendapat tentang pengunduran Antonio Conte dari kursi kepelatihan Juventus.

Di Italia, Conte memang sempat jadi raja penguasa Serie A. Nyaris tak ada satu pun klub atau pelatih yang mampu menghentikan langkahnya dalam membawa “Si Nyonya Besar” dalam merengkuh scudetto. Tidak AC Milan. Tidak Inter Milan. Tidak juga AS Roma yang sempat melejit sekejap di awal-awal musim 2013/2014.

Tapi, Conte bukan raja sembarang raja. Ia penguasa yang membangun kerajaannya sendiri dari titik nol. Mantan kapten Juventus itu memang mewarisi tahta kepelatihan klub terbesar Italia, tapi dengan kondisi yang porak-poranda. Secara perlahan ia mengumpulkan para ksatria dan membuat “rakyat”-nya bangga menjadi seorang Juventini.

Bangkit dari Kasus Calciopoli

Di akhir musim 2005/2006, Juventus mulai memasuki masa keterpurukan. Dinyatakan bersalah terlibat dalam Calciopoli, atau skandal pengaturan skor, membuat raksasa Italia ini harus kembali membangun tim dari nol.

Sang pelatih, Fabio Capello, serta pemain-pemain bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Gianluca Zambrotta, dan sejumlah bintang lainnya tak mau lagi membela Juventus karena tim asal Turin tersebut harus berlaga di Serie B sebagai hukuman.

Meski hanya butuh satu musim untuk kembali ke ‘habitat’ aslinya di Serie A, Biancoreni tak lantas jadi tim yang ditakuti seperti di masa lalu. Pelatih-pelatih datang silih berganti karena prestasi Juventus tak kunjung membaik. Claudio Ranieri, suksesor Deschamps yang berselisih paham dengan petinggi klub, hanya mampu membawa Juventus ke peringkat ke-3 pada musim pertama Juve kembali ke Serie A.

Setelah Ranieri, Ciro Ferrara, Alberto Zaccherroni, Luigi Del Neri pun hanya mampu membuat Juventus bertengger di papan tengah.

Kemudian ditunjuklah Antonio Conte untuk menjadi arsitek Juventus pada musim 2011-2012. Keputusan yang cukup kontroversial, mengingat mantan kapten Juventus era 2000-an ini hanya berkutat di Serie B selama karir kepelatihannya.

(din/roz)

BY.JUDI ONINE TERPERCAYA IONCASINO


© Copyright Sbobet Casino | Agen SBOBET | Agen Bola | Agen Judi Casino | Agen Judi Bola