Ada Hal yang Menarik di Akhir Liga Inggris

[Image: Yang-Menarik-di-Akhir-Liga-Inggris-300x201.jpg]

Liga Primer Inggris musim 2014/2015 telah berakhir dengan Chelsea sebagai juaranya. Mereka memastikan titel kelimanya itu di pekan ke-35.
Selain soal Chelsea, Liga Inggris juga harus mengeliminasi tiga kesebelasan terbawah ke divisi Championship: Hull City, Queens Park Rangers, dan Burnley. Sebagai pengganti mereka di musim depan adalah Bournemouth selaku juara Championship, Watford sang runner-up, dan Norwich City yang memenangkan final play-off promosi.
Untuk Bournemouth, tampil di Premier League musim depan akan menjadi penampilan perdananya. Keberhasilan mereka tidak lepas dari andil Eddie Howe, yang sejak 2008/2009 menukangi kesebelasan tersebut mulai dari Football League Two atau divisi level keempat di sepakbola Inggris.
Untuk kategori pemain, nama Angel Di Maria menjadi pemain termahal musim ini setelah MU mengeluarkan kocek 59,7 juta poundsterling untuk mendatangkannya dari Real madrid. Angka itu memecahkan rekor kepindahan Fernando Torres dari Liverpool ke Chelsea tahun 2011, yang kala itu senilai 50 juta poundsterling.
Gareth Barry menjadi pemain pertama yang mengoleksi 100 kartu kuning di Premier League. Setelah ini menerima kartu kuning ketika menghadapi Stoke City pada laga boxing day. Catatan itu melampaui raihan Lee Bowyer dan Kevin Davies. Hingga musim selesai, raihan kartu kuning Barry bertambah menjadi 105 kartu kuning sepanjang karirnya di Liga Primer.
Perspektif pemain belakang sekadar menjaga pertahanan di era sepakbola modern kali ini sudah tidak berlaku lagi. Dengan menonjolnya fungsi full-back dalam membantu serangan telah memberi ruang untuk para pemain belakang berkontribusi atas terjadinya gol.
Hal ini terjadi pada Leighton Baines. Ia menyelesaikan musim ini dengan catatan 46 assist dari semua penampilannya di Liga Primer Inggris. Baines kini menjadi pemain belakang yang paling banyak membuat assist di era Liga Primer. Ia berada dua angka di atas Graeme Le Saux, sekaligus mengalahkan Gary Neville (35 kali), Ashley Cole (31) dan John Arne Riise (30).
Untuk pemain belakang lainnya ada John Terry yang menjadi pemain belakang tersubur di era Liga primer. Satu gol yang dicetaknya saat melawan Liverpool, menambah koleksi golnya menjadi 39 selama karirnya di Liga. Ia pun seperti melengkapi catatan Baines untuk mempertegas perspektif pemain belakang yang bisa juga andil dalam mencetak gol.
Selain kisah pemain belakang, ada sebuah kisah pilu di kubu Liverpool. Sang kapten, Steven Gerrard mencatatkan diri sebagai peraih kartu merah tercepat di Premier League musim 2014/2015. Gerrard harus diusir dari lapangan ketika baru memulai pertandingan di babak kedua saat menghadapi Manchester United. ia diusir dalam waktu 43 detik setelah menjegal Ander Herrera.
Dan winger Southampton, Sadio Mane, menjadi penutup dari catatan di Premier League. Ia memecahkan rekor hat-trick tercepat di pentas Liga Primer Inggris saat menghadapi Aston Villa di St. Mary’s. Pemain asal Senegal ini mencetak hat-trick hanya dalam waktu 2 menit dan 56 detik. Ia mencetak trigol dari menit ke-13 hingga 16 saat Southampton mengalahkan Aston Villa 6-1 pada 16 Mei 2015.
Hat-trick Mane mengalahkan rekor milik Robbie Fowler yang sudah bertahan hampir 21 tahun. Fowler melakukannya dalam kurun waktu 4 menit dan 33 detik saat pertandingan antara Liverpool melawan Arsenal, 28 Agustus 1994. Mane juga menjadi pemain Southampton ketiga yang mampu menciptakan hat-trick di pentas Liga Primer setelah James Beattie dan MatthewLe Tissier.

Email: [email protected]

PIN BBM: 7E30C0A9


© Copyright Sbobet Casino | Agen SBOBET | Agen Bola | Agen Judi Casino | Agen Judi Bola